Ubah Kebiasaan = Ubah Nasib

0
643

“Jadi kaya adalah hasil #KEBIASAAN JADI MISKIN JUGA HASIL #KEBIASAAN

Sejak kecil, sadar atau tidak kita sudah membangun kebiasaan. Kebiasaan baik (cepat atau lambat) mendatangkan Kesuksesan, sebaliknya kebiasaan buruk (cepat atau lambat) mendatangkan Kebinasaan. Artikel ini dipublikasi pada awal tahun agar berfungsi sebagai “Alarm Pengingat”, apakah di tahun yang baru kita berjanji pasti melakukan hal-hal baru untuk mendapatkan hasil yang baru, atau membiarkan berlalu apa adanya. Ketika hal ini ditanyakan, banyak orang pasti ingin mendapat sesuatu yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Pertanyaan terpenting yang harus Anda tanyakan pada diri Anda adalah : “APA KEBIASAAN YANG BERSEDIA SAYA LAKUKAN TAHUN INI, YANG BERBEDA DARI KEBIASAAN TAHUN SEBELUMNYA, SEHINGGA SAYA MENDAPATKAN HASIL YANG BERBEDA (YANG LEBIH BAIK) DARI TAHUN SEBELUMNYA ???”

Mengubah kebiasaan adalah sebuah proses yang menantang. Kabar baiknya, semua orang BISA mempelajari dan melakukannya sehingga membentuk kebiasaan baru dan mendatangkan hasil baru, namun tidak semua orang MAU mempelajari dan berkomitmen melakukannya sampai membentuk kebiasaan baru. Kebanyakan orang berhenti terlalu cepat karena “dianggap susah / terlalu lama”, padahal kebiasaan (berpikir dan bertindak) yang sekarang ada pada dirinya sudah mulai dibangun sejak hari pertama hadir di dunia ini (jika usianya saat ini 30 tahun, maka kebiasaan saat ini dibentuk sekitar 30 tahun juga). Banyak orang baru coba satu/dua tahun atau bahkan kurang, sudah berhenti melakukan. Jika seseorang berhenti karena alasan malas melakukan atau mengeluh terlalu lama, maka kami tidak punya solusi buat orang seperti itu, cukup baca sampai di sini dan jangan lanjut membaca. Tapi jika seseorang berhenti mencoba karena tidak tahu bagaimana tahapan cara mengubah kebiasaan lama dengan kebiasaan baru, silahkan terus membaca, karena pada paragraf berikutnya kami informasikan cara mudah membentuk kebiasaan baru yang telah terbukti berhasil bagi banyak orang.

Hasil riset para ahli psikologi pola tingkah laku menunjukkan bahwa semua kebiasaan yang kita lakukan hari ini selalu dibentuk melalui 3 tahapan pola berulang yang sama. Salah satu buku yang menjelaskannya dengan sangat baik ditulis oleh Charles Duhigg di bukunya “The Power of Habit“, pola ini disebutnya “Habit Loop” atau “Lingkaran/Putaran Kebiasaan”. Untuk keperluan pembahasan di artikel ini, saya gambarkan ulang sebagai berikut :

Oleh karena itu, jika kita ingin memiliki kebiasaan baru, maka masukkan prosesnya ke dalam 3 tahapan pola di atas dan lakukan terus secara berulang (bahkan terus dilakukan meski kebiasaan baru yang kita inginkan sudah terbentuk), karena jika berhenti, maka sebenarnya kita secara tidak sadar sedang membangun kebiasaan yang lain. Berikut ini adalah penjelasan seluruh proses di atas :

#1 Pengingat (berfungsi sebagai alarm/signal pengingat awal menyadarkan perlunya melakukan suatu tindakan). Jika Anda bertanya kepada orang di sekitar Anda bagaimana agar bisa punya kebiasaan seperti orang sukses sehingga bisa mencapai hasil yang disusun di goal setting, umumnya Anda akan diberitahu datang ke acara motivasi mendengar cerita orang sukses, terus terinspirasi, sehingga punya semangat kerja yang lebih tinggi sepanjang tahun. Cara seperti itu tidak banyak berhasil, karena justru banyak manusia yang “gagal” meski telah hadir di acara motivasi, karena motivasi memang BUKAN ditujukan untuk menciptakan kebiasaan baru. Motivasi hanya dapat berfungsi pada manusia yang telah tahu cara membangun kebiasaan baru dari hal yang baru yang ingin diraih.
Ketika HP Anda berbunyi apa yang Anda lakukan ? Ketika melihat lampu pengatur lalu lintas hijau/kuning/merah, apa yang Anda lakukan ? Itu adalah contoh signal yang butuh tindak lanjut Anda, sangat mudah ditindaklanjuti dan tidak perlu berlatih melakukannya. Jadi hal pertama yang harus Anda lakukan adalah pilihlah alat/cara pengingat dari hal sudah Anda lakukan sehari-hari. Misalnya untuk memunculkan perasaan senang, setelah makan pagi atau siang, ambil waktu 3 menit membayangkan melakukan hobi / gaya hidup / hal lain yang Anda suka. Perasaan senang tentu membangkitkan semangat dan modal awal melakukan rutinitas.

#2 Rutinitas (aksi/tindakan nyata yang dilakukan). Pilih sesuatu yang begitu mudah dilakukan sehingga Anda sama sekali tidak punya alasanya untuk tidak melakukannya. Misalnya setelah makan pagi/siang lalu ambil smartphone dan mulai melakukan aktivitas ngobrol lewat social media. Jika Anda adalah seorang konsultan atau penyedia produk/jasa, buat janji untuk bertamu atau bertemu. Jangan pikirkan tentang keuntungan atau hasil pertemuan, karena tujuan utamanya adalah mengobrol saja agar lebih mengenal kondisi hidup terkini keluarga atau teman kita.
Superteam di karirplus.com memiliki panduan rutinitas 30 hari pertama yang dapat dipakai secara berulang untuk siklus 30 hari membentuk kebiasaan baru.

Ketika ada aktivitas, maka selalu ada hasil (ingat jangan selalu mengaitkan hasil hanya dengan uang), karena saat melakukan aktivitas Anda selalu mendapatkan pengalaman yang jauh lebih berharga dari uang.

#3 Hasil (manfaat yang di dapat setelah melakukan rutinitas).  Banyak orang terlalu cepat berhenti melakukan (bahkan sebelum membentuk kebiasaan baru ???), karena hanya memakai faktor uang sebagai kriteria utama hasil yang harus mereka dapatkan dari menjalankan rutinitas, padahal prasyarat mendapatkan sesuatu yang baru dalam hidup ini adalah ketika sudah memiliki kebiasaan baru.
Di tahap ini, hal benar adalah ayo senangkan diri Anda, lakukan hal apapun yang Anda suka untuk merayakannya, karena ketika berhasil menyelesaikan melakukan suatu rutinitas, itu sendiri sudah berarti satu kemenangan dan suatu langkah maju. Jadikan perasaan menang dan kesenangan ini sebagai pengingat untuk rutinitas berikutnya dan seterusnya.

Anda ingin dapat panduan, tahu secara lebih lengkap cara melakukannya dan bahkan sekaligus mendapatkan penghasilan ? Silahkan gabung dengan KARIRPLUS.COM

SHARE
Previous articleKok Belum Kaya Sih ?
Hendra Sutandi
Alumnus FE Akuntansi Trisakti 1992, Finance & Accounting Dept Indofood, American Standard, Mayapada Group, DosNiRoha, AKR Corporindo Tbk.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here